H Uen Jueni Pemilik RPH Murni Optimis Penjualan Hewan Qurban Akan Maksimal

oleh

TANGSEL (JakNewsonline.id) – Dimasa pandemi Covid-19 ini semua perekonomian hampir menyentuh diangka terendah dalam sisi bisnis, termasuk pada penjualan hewan qurban.

Salah seorang pemilik Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Murni H Uen Jueni yang berlokasi di jalan AMD V, No. 21, Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan mengunjungi, daya beli masyarakat yang akan melaksanakan qurban mengalami penurunan. Tahun kemarin dirinya menyiapkan sapi sebanyak 350 ekor, namun untuk tahun ini dirinya hanya menyiapkan 250 ekor sapi.

“Dari awal kita sudah mempersiapkan hal itu, soalnya kita sudah mengantisipasi, penurunannya diluar perkiraan saya, karena saya berpikir mungkin penurunannya hanya 50 ekor saja (jadi 300 ekor, red). Ini atas dasar masukan dari tim marketing saya yang berjumlah 3 orang, salah satunya anak saya. Saya hanya menyiapkan sapinya saja dengan harga yang disepakati. Mereka tidak perlu sewa kandang, karena sapinya sudah saya siapkan,” ujar H Uen pengusaha berusia 60 tahun kepada media, Minggu (19/07/2020).

Masih menurutnya, faktor menurun ini disebabkan karena permintaan dari dari calon panitia ataupun pribadi penyaluran daging hewan qurban yang tidak melaksanakan qurban. Termasuk juga dari yayasan, sekolah banyak yang tidak melaksanakan pemotongan dan menyalurkan hewan qurban, khususnya sapi. Tapi sebagian besar pelanggan tetap masih meminta sapi pada pihaknya.

Lebih lanjut katanya, bila ada pembeli yang sudah membeli sebelumnya/lebih awal, RPH Murni juga melayani titip sapi tersebut dan merawatnya sampai sapi tersebut diambil pembeli maupun pihaknya antar, bahkan juga ada yang dipotong disini.

“Kami sebagai RPH, melayani pemotongan hewan qurban tersebut namun dengan tambahan biaya sebesar Rp 350 ribu yang hanya dipotong empat (4),” kata pria yang menekuni bisnis RPH selama 13 tahun ini.

Diakui, memang saat ini, jasa pemotongan hewan qurban meningkat, hal ini dikarenakan adanya peraturan pemerintah tidak dapat melaksanakan pemotongan ditempat tersebut dan akhirnya banyak menyerahkan pemotongan hewan qurban di RPH.

Bagi RPH Murni, selain pemotongan hewan qurban, di hari biasanya RPH Murni melakukan pemotongan sapi sesuai permintaan pasar yang sudah berlangganan, termasuk juga untuk lapak-lapak daging di pasar.

“Di RPH Murni, cara menjual sapi dengan cara sistem timbangan, artinya disesuaikan dengan keinginan/kebutuhan pembeli. Contoh, bila ada pembeli yang butuh bobot sapi yang 300 kg/ekor, kami akan siapkan itu. Tapi tidak menutup kemungkinan disesuaikan, karena ukuran bisa saja tidak pas, karena sapi itu bukan ‘dicetak’,” jelas bapak 6 anak ini.

Seperti diketahui, bisnis yang ditekuni H Uen sekarang bukanlah tidak ada perjuangan, sebab dirinya mengakui, bahwa bisnis di RPH melalui jalan panjang, dimana awalnya dia juga adalah hanya pedagang daging sapi.

“Alhamdulillah, begitu ada peluang bisnis daging hingga sampai saya coba pemasuk kambing dan coba bisnis jual kambing dengan menyewa tempat yang akhirnya dapat lahan 1.000 meter untuk kandang kambing,” ungkap pemilik RPH seluas 5.000 meter.

Diakuinya, selain bisnis RPH, dirinya juga sudah menjalani bisnis kontrakan di dekat lokasi RPH. Dan juga bisnis jual beli mobil yang dikelola anaknya.

“Semua bisnis yang saya kelola tidak datang begitu saja, semua ini melalui jalan panjang dan penuh perjuangan. Alhamdulillah, dari 6 anak saya, tiga (3) laki dan tiga (3) perempuan, anak nomor 3 saya yang laki-laki mengikuti jejak saya,” ujar pria yang dirikan RPH Murni sejak tahun 2017 yang lengkap ijin dan sertifikasi dari MUI maupun dinas terkait.

Pewarta : Is. Idris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + 6 =